SELAMAT DATANG DIBLOGGER KAMI

20 Juni 2011 Slideshow: Riyadh’s trip to Banjarmasin, Kalimantan, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Banjarmasin slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Kamis, 09 Februari 2012

Tips Praktis Mengontrol Penggunaan Bandwidth

Tarif internet di Indonesia yang masih cukup tinggi mengharuskan kita untuk pintar-pintar menyiasatinya agar tagihan bulanan internet kita tidak membengkak. Untuk pengguna sambungan internet berbasis waktu (time based), tentunya hal ini tidak telalu masalah karena berapapun bandwidth yang digunakan tarif per jam-nya sama saja. Lain halnya dengan pengguna sambungan internet berbasis volume (volume based), kita harus bisa mengontrol penggunaan bandwidth kita agar kita tidak membayar terlalu mahal. Selain itu, kita harus menentukan dengan cermat jenis sambungan internet yang kita pakai, apakah kita akan menggunakan sambungan internet berbasis waktu atau berbasis volume atau konten. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat artikel tips praktis memilih layanan internet yang sesuai untuk anda.
networx Tips Praktis Mengontrol Penggunaan Bandwidth
Untuk pengguna layanan internet berbasis konten (volume base), sebagian besar pengguna layanan internet seluler, saat ini tersedia sebuah software gratis yang sangat berguna untuk mengontrol penggunaan bandwidth internet anda yaitu NetWorx. Yang menarik dari software ini selain gratis dan berbagai fitur andalan yang ditawarkannya adalah software ini menawarkan versi portable sehingga apabila anda ingin mencobanya dahulu, anda bisa langsung menjalankan software ini tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu.
Apa saja yang bisa anda lakukan dengan software ini?
Menurut situs resminya, dengan software ini anda bisa:
  • Mengetahui dan memonitor kecepatan koneksi internet anda
  • Mengetahui dan memonitor bandwidth internet yang anda gunakan
  • Memastikan apakah ISP anda cukup fair dalam menghitung bandwidth yang anda gunakan.
  • Mendeteksi aktivitas jaringan yang mencurigakan, misalnya trojan atau virus
  • Melakukan pengetesan jaringan sederhana seperti ping atau trace route
  • Membatasi penggunaan sambungan internet dengan menentukan batas penggunaan dan software ini akan memberitahu anda manakala batas tersebut sudah hampir tercapai atau sudah terlampaui.
Untuk sebuah software berlisensi freeware seperti ini, fasilitas diatas sudah sangat memadai. So, jika anda merasa tertarik dengan software ini, silakan kunjungi website resminya di:
atau download installernya di:
atau download portable version-nya di:
Silakan dicoba sendiri dan jangan lupa tuliskan pengalaman anda dengan software ini di kolom komentar.

Sekilas cara setting SoftPerfect Bandwidth Manager

Di komputer Client



Di komputer Server



Setelah program terinstall di kedua komputer, jalankan programnya yang ada di komputer Server. Lalu program akan muncul seperti ini :



Lalu masukkan IP Address komputer Client yang sudah terinstall softwarenya. Misalnya IP address client adalah 192.168.0.11, maka akan tampak seperti dibawah ini :



Setelah masuk, maka tampilan akan tampak seperti ini :



Nah, mari kita mulai managemen bandwidthnya. Pertama yang harus kita lakukan adalah memberikan akses yang tidak terbatas (bebas) kepada jaringan LAN, karena LAN digunakan untuk menyambungkan komputer kedalam suatu jaringan (misalnya mengcopy lagu dari komputer lain, mengeprint ke printer yang sudah di share, atau Billing). Karena itulah kita harus membuat akses LAN menjadi Unlimited. Caranya adalah sebagai berikut.

Klik tombol 'Add Rule', maka akan tampak seperti ini :



Untuk 'Rule Name' nya kita isi 'LAN', 'Direction' nya diisi 'Both', 'Transfer Rate Limit' diisi 'Unlimited', 'Protocol' kita pilih 'TCP dan UDP', dan untuk 'Interface' nya kita pilih 'Any Interface'. Lalu pilih tab 'Source' dan pilih 'Source Address' nya 'Localhost'.



Dan tab 'Destination' nya kita pilih 'Whole IP range' dan kita isi sesuai dengan LAN range yang kita miliki. Misalnya Range IP kita adalah 192.168.0.1 sampai 192.168.0.255, seperti dibawah ini :



Setelah itu tekan 'OK'. Dengan begitu berarti kita sudah memberi akses full control pada jaringan LAN. Sekarang kita atur managemen bandwidth untuk Internet Upload dan Internet Download. Kita mulai dengan Internet Upload nya. Tekan tombol 'Add Rule' lalu isi seperti dibawah ini :



Untuk nilai 'Transfer Rate Limit' dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya kita kehendaki kecepatan maksimal upload sebesar 2,5 Kbps, maka kita masukkan nilainya sebesar 2500. Lalu untuk Tab 'Source' nya kita pilih 'Localhost' sedangkan Tab 'Destination' nya kita pilih 'Any IP Address'. Lalu tekan 'OK'.

Sekarang kita kecepatan maksimal downloadnya. Langkah-langkahnya sama seperti pada proses membatasi kecepatan uploadnya, hanya saja ada beberapa hal yang diganti. 'Rule Name' nya kita isi 'Internet Download', 'Direction' kita pilih 'Incoming', 'Transfer Rate Limit' nya kita isi 5400 yang berarti 5,4 Kbps (nilai ini bisa kita ubah-ubah lagi sesuai dengan keinginan kita), Tab 'Source' kita pilih 'Any IP Address' dan Tab 'Destination' kita pilih 'Localhost'. Ini berarti kebalikan dari proses upload yang tadi. Lalu tekan OK. Jika semua langkah-langkah tersebut diatas Anda ikuti dengan baik, maka akan tampak seperti dibawah ini :



Jika sudah benar, maka Anda telah berhasil membagi bandwidth komputer Client Anda, sehingga tidak terjadi rebutan dan monopoli antar pemakai bandwidth. Untuk instalasi ke komputer Client yang lain, caranya sama, dan ingat, cukup install 'System Services' nya saja di komputer klien, dan cukup install 'GUI Frontend' saja di komputer Servernya. Nah, berarti untuk membagi bandwidth tidak harus pake mikrotik dan mengorbankan satu unit komputer lagi bukan?